SEHALOPEDIA

Breaking

Jumat, 16 Maret 2018

Anak Masih Rewel? Mungkin Penyebab ini Belum Anda Ketahui

Maret 16, 2018 0
Anak Masih Rewel? Mungkin Penyebab ini Belum Anda Ketahui
Anak rewel terkadang sangat merepotkan. Hal ini umum terjadi apabila seorang anak batita ataupun balita rewel dengan tiba-tiba dan tak kunjung berhenti. Selain tiba-tiba menangis, terkadang disertai dengan menjerit dan juga amukan yang tidak jelas sebabnya. Hal ini membuat orangtua harus berhenti melakukan aktifitas dan kegiatan sehari-harinya karena sepanjang hari mengurus anak yang rewel dengan tidak jelas. Bila anak sudah sekolah, mungkin juga dia akan mengawali harinya dengan menangis terlebih dahulu.

Ketika hal tersebut terjadi, sebagai orangtua harus mengetahui dan memahami karakter anak yang tidak dapat kita tebak begitu saja. Anak-anak seringkali memunculkan karakter berbeda-beda sesuai dengan pertumbuhannya.

Ketika anak rewel, orangtua sebaiknya bersikap tenang dan sabar dalam mengasuh anak, jangan terpancing emosi yang pada akhirnya akan melukai anak Anda! Faktanya bahwa anak batita dan balita cenderung bersikap rewel dan marah-marah kepada orangtuanya jika keinginannya tidak terpenuhi. Bila orangtua mudah terpancing emosi lalu bereaksi berlebih pada anak-anaknya, maka perbuatan tersebut kemungkinan besar akan meninggalkan mental yang buruk pada perkembangannya nanti.

Ketika anak mulai menangis, kita harus mengetahui sumber penyebab anak menangis atau rewel. Berikut ini adalah sumber-sumber penyebab anak rewel:

Rewel Karena Sakit
Penyebab yang satu ini merupakan penyebab yang sangat umum  terjadi pada anak. Wajar jika anak bersikap rewel kala sedang sakit. Kondisi sakit tentunya membuat anak Anda tidak nyaman dan bersikap uring-uringan tidak jelas. Dengan kondisi badan yang tidak stabil dan tidak enak, maka semua itu akan mengubah sikap dan prilaku pada anak. Anak yang biasanya ceria dan aktif, mendadak cengeng dan murunng. Atau bahkan bersikap manja kepada orangtuanya terutama ibunya.
Foto: teranature
Rewel Ketika Bertamu
Sikap rewel yang satu ini sering kali membuat orangtua marah saat mereka berkunjung kerumah sahabat atau kerabat. Sikap rewel yang demikian ini disebabkan oleh batita atau balita yang menganggap bahwa ini adalah bukan lingkungannya dan membuat dirinya tidak nyaman. Bertemu dengan sosok baru dan masih asing diluar rumah membuat balita tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Foto: tipsdoktercantik
Rewel Karena Ditinggal Orangtua Terlalu Lama
Aktifitas orangtua yang terlalu lama meninggalkan anak akan menyebabkan anak rewel karena ingin bertemu dengan orangtuanya. Hal ini biasanya terjadi ketika orangtua bekerja, seorang anak akan rewel karena selalu ingin bersama dengan orangtuanya.
Foto: vemale
Rewel Ketika Ditempat Baru
Hal ini merupakan hal yang wajar. Jika perilaku anak rewel dengan tiba-tiba saat berada ditempat baru. Hal ini juga terkadang membuat beberapa orangtua merasa kesal dengan perilaku anak yang demikian. Anak belum mengetahui kondisi atau kebiasaan lingkungan yang asing dengan keadaan ligkungan rumahnya. sebagai contoh, Seorang anak yang dibawa untuk berobat, terkadang mereka akan merasa aneh dengan tempat yang ia kunjungi, karena mendapati suasana atau ruangan yang tidak biasa. Lingkungan semacam ini tentu akan membuat anak anda merasa sedikit ketakutan karena merupakan hal baru yang belum anak ketahui sehingga terkadang membuat perasaan anak tidak nyaman.
Foto: hallosehat
Rewel Saat Pagi Hari
Kerewelan anak yang ditunjukkan setiap pagi atau setelah anak tidur dapat dikatakan hal yang biasa pada setiap anak. Yang tidak biasa adalah apabila seorang Anak mendapati pengalaman yang tidak menyenagkan sebelum dia bangun. Hal ini akan berdampak pada mimpi buruk yang berbekas dan efeknya saat bangun tidur, anak menjadi rewel.selain itu hal umum yang terjadi, seorang balita atau batita akan rewel setelah bangun tidur karena merasa dirinya terganggu dan merasa lelah oleh suara berisik yang ditimbulkan.
Foto: Parasubebe
Ketika Diajak Tergesa-gesa
Pada umumnya seorang anak tidak ingin dirinya dibuat tergesa-gesa dengan sikap orangtuanya. Anak merasa kesal dan tidak nyaman. Merasa dirinya dipaksa untuk melakuakn sesuatu seperti berganti mandi, makan, dan ganti pakaian. Tentu, ini akan membuat  perasaan anak Anda tidak nyaman sehingga berakibat pada perilaku yang rewel.
Foto: asdmag

Rewel Saat Ingin Meminta Perhatian Lebih
Anak anda meminta perhatian yang lebih dari orangtuanya namun anda tidak menghiraukannya. Keberadaan ibu dianggap sebagai sosok yang sangat berharga dihidupnya. Ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya merupakah sikap yang wajar bagi seorang batita dan balita. Namun karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, anak akan berekspresi rewel sebagai penarik perhatian anda sebagai orangtua
Foto: klikdokter

Demikianlah beberapa penyebab anak menjadi rewel yang patut anda ketahui. Sebagai orangtua berilah perhatian yang lebih kepada anak, sabar dalam mengurus anak. Karena anak merupakan buah cinta orangtua, maka sudah semestinya orangtua mengurusnya dengan cinta kasih.

Kenali Media Penular Penyakit

Maret 16, 2018 0
Kenali Media Penular Penyakit
Penyakit menular adalah penyakit yang mampu berpindah dari satu orang ke orang yang lain. Penyakit dapat ditularkan baik melalui kontak langsung, perantara hewan, udara, makanan atau minuman, juga benda-benda yang telah tercemar oleh virus, bakteri, cendawan, dan jamur.
Berkembangnya penyakit menular, salah satunya merupakan akibat dari keadaan lingkungan tidak terawat, sehingga menyebabkan timbulnya berbagai wabah penyakit. Untuk mencegah dan mengatasi wabah penyakit, sebaiknya kita selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita.
 
Foto: tempo
Penyakit menular mampu berpindah dari penderita ke orang yang sehat dengan cara-cara sebagai berikut:

Kontak Jasmani (Personal Contact)
Kontak jasmani terdiri dari dua jenis, yaitu langsung dan tidak langsung.
Kontak Langsung (Direct Contact)
     Penyakit dapat menular kepada orang lain sebab adanya kontak langsung antara anggota badan dengan anggota badan orang yang ditulari. Contohnya, penularan penyakit kelamin dan penyakit kulit.
Kontak Tak Langsung (Indirect Contact)
   Penyakit dapat menular kepada orang lain melalui perantaraan benda-benda yang telah terkontaminasi (tercemar) oleh penderita, Contohnya melalui Pakaian, Handuk, dan saputangan.

Makanan dan Minuman (Food Borne Infection)
Penyakit juga mampu menular melalui peran­taraan makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit menular dengan cara tersebut biasanya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran percernaan makanan, seperti kolera, tifus, hepatitis, poliomye­litis, serta penyakit-penyakit yang disebabkan oleh cacing. Air juga seringkali dapat menjadi media penularan penyakit. Karenanya, penyakit yang melalui media air dinamakan juga water borne diseases.

Penyakit yang dapat menular dengan perantara serangga, antara lain sebagai berikut:
Malaria, yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles.
Demam berdarah, yang disebabkan oleh salah satu virus dari selotipe genus flavivirus. ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Demam kuning, disebabkan oleh arbovirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Filariasis atau penyakit kaki gajah, yang disebabkan oleh cacing Filaria bancroftiatau Filaria malayi, ditularkan oleh nyamuk Culex fatigans.
Penyakit saluran pencernaan makanan. Ditularkan oleh lalat yang dipindah-kan dari feses (kotoran) penderita ke makanan atau alat-alat makan.

Melalui Udara (Air Borne Infection)
Penyakit yang ditularkan dengan melalui udara, umumnya adalah penyakit saluran pernapasan, contohnya sebagai berikut:
 Melalui udara yang mengandung bibit penyakitnya, misalnya penularan penyakit TB.
Melalui ludah ketika batuk, berciuman atau bahkan bercakap-cakap, misalnya penularan penyakit dipteri dan pertusis.

Demikianlah mengenai penyakit menular. Kebersihan lingkungan dan diri merupakan hal yang penting untuk menghindari penularan penyakit.